Serealia, kacang-kacangan, dan umbi-umbian banyak tumbuh di
Indonesia. Produksi serealia di Indonesia sebagian besar berupa padi sebagai
bahan pangan pokok dan umbi-umbian cukup tinggi. Jenis serealia, kacang-kacangan
dan umbi-umbian banyak sekali ragamnya dan sarat gizi. Serealia yang banyak
tumbuh di Indonesia adalah padi (beras), jagung, gandum dan sorgum. Produksi
serealia dari padi, gandum, dan jagung di dunia mencapai 87% dari seluruh
produksi biji-bijian di dunia. Kandungan utama pada serealia adalah karbohidrat
(terutama pati, kira-kira 80% dari bahan kering), protein (kira-kira 5% dari bahan
kering), lemak (kira-kira 5% dari bahan kering), air, mineral (kira-kira 2%),
dan vitamin. Jenis kacang-kacangan yang banyak terdapat di Indonesia adalah
kacang tanah, kacang hijau, dan kedelai. Sedangkan, umbi-umbian yang umumnya
banyak dibudidayakan adalah ubi jalar, singkong, talas, dan kentang. Jenis umbi
lainnya seperti ganyong, uwi, gadung, gembili juga dibudidayakan, namun hanya
pada daerah tertentu yang memilikinya saja.
1. Jenis Serealia dan Manfaatnya
Gambar Jenis Serealia
a. Beras
Beras adalah butir
padi yang sudah dipisahkan dari sekam. Beras mengandung karbohidrat yang kaya akan
zat gula atau glukosa. Rasa manis dari kandungan glukosa merupakan sumber
energi yang bermanfaat bagi tubuh untuk melakukan berbagai aktivitas. Selain
rasa manis dari beras tanak, nasi cocok dipadukan dengan berbagai lauk-pauk
yang membuat orang menggunakan beras sebagai makanan pokok.
Warna beras yang berbeda-beda diatur secara genetik, akibat
perbedaan gen yang mengatur warna aleuron, warna endosperma, dan
komposisi pati pada endosperma.
- Beras putih, sesuai namanya, berwarna putih agak transparan
karena hanya memiliki sedikit aleuron, dan kandungan amilosa umumnya sekitar
20%. Beras ini mendominasi pasar beras.
- Beras merah, akibat aleuronnya mengandung gen yang memproduksi
antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu.
- Beras hitam, sangat langka, disebabkan aleuron dan endosperma
memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat
mendekati hitam.
- Ketan (atau beras ketan), berwarna putih, tidak
transparan, seluruh atau hampir seluruh patinya merupakan amilopektin.
- Ketan hitam, merupakan versi ketan dari beras hitam.
b. Jagung
Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus
hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan
tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.
Indonesia dikenal 2 (dua) varietas jagung yang telah ditanam secara umum, yaitu
jagung berwarna kuning dan putih.
c. Gandum
Orang India menjadikan gandum utuh yang sudah menjadi tepung
(atau yang dikenal dengan sebutan atta) sebagai makanan pokok mereka. Namun di
Indonesia, masyarakat hanya menjadikan gandum sebagai bahan roti dan mie.
Padahal gandum juga mempunyai kandungan karbohidrat cukup tinggi, sama seperti
dengan nasi. Beberapa manfaat gandum bagi kesehatan tubuh sebagai berikut.
- Mengonsumsi gandum akan membuat tubuh merasa kenyang lebih
lama. Ini karena serat larut yang ada di dalam gandum cenderung memperlambat
pencernaan karbohidrat, sehingga mengurangi lonjakan
kadar gula darah, yang pada akhirnya tak akan mendesak untuk selalu
makan.
- Mengonsumsi gandum secara teratur akan menurunkan kadar
kolesterol dalam tubuh.
- Mengonsumsi gandum baik untuk menurunkan berat badan.
- Mengonsumsi gandum bisa bermanfaat untuk menyembuhkan sembelit.
Hal ini karena gandum merupakan sumber serat yang dibutuhkan tubuh.
- Senyawa fitokimia pada gandum bisa mengurangi risiko seseorang
terkena kanker.
Bagian yang kaya akan karbohidrat adalah bagian biji.
Sebagian besar karbohidrat berada pada endosperma. Kandungan karbohidrat dapat
mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati
umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin. Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan.
Hampir seluruh bagian tanaman jagung dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam
keperluan antara lain:
- Batang dan daun muda: pakan ternak.
- Batang dan daun tua (setelah panen): pupuk hijau atau kompos.
- Batang dan daun kering: kayu bakar.
- Batang jagung: lanjaran (turus), Batang jagung: pulp (bahan kertas).
- Buah jagung muda (putren, bahasa Jawa) sayuran, bergedel, bakwan,
dan sambel goreng.
- Biji jagung tua: pengganti nasi, marning, brondong, roti jagung,
tepung, bihun, bahan campuran kopi bubuk, biskuit, kue kering, pakan ternak,
bahan baku industri bir, industri farmasi, dekstrin, perekat, dan industri
tekstil.
Jadi, selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam
sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari
biji), dibuat tepung (dari biji, dikenal dengan istilah tepung jagung atau
maizena), dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya).
d. Sorgum
Sorgum adalah tanaman
serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan
baku industri. Tanaman sorgum mirip tanaman jagung, namun tumbuh lebih
tinggi dan cocok ditanam di tempat yang kering maupun berair, dan tahan
terhadap hama daripada tanaman sejenisnya. Dari segi gizi, sorgum mengandung
karbohidrat, protein, kalsium, dan zat lain yang bermanfaat. Karena mengandung
karbohidrat, sorgum bisa dijadikan bioetanol yang bisa digunakan sebagai bahan
bakar.
Sorgum bermanfaat mulai dari daun sampai akarnya. Beberapa manfaat
sorgum sebagai berikut.
- Daun Sorgum menjadi sumber pakan ternak, tangkai daunnya
bisa dijadikan kerajinan tangan dan sapu. Bunga sorgum yang juga bisa
dimanfaatkan sebagai bunga kering untuk hiasan.
- Batang Sorgum adalah lumbung bioetanol dan bahan pembuat
kertas. Batang yang masih muda bisa dibuat sirup, karena rasanya manis.
Caranya, kupas kulit batang yang masih muda dan diambil bagian dalamnya.
- Akar Sorgum digunakan sebagai jamu untuk memperlancar peredaran
darah. Akar cukup diseduh, lalu airnya diminum.
- Biji Sorgum kandungan gizinya sangat besar, nilai
protein, kalsium dan karbohidratnya lebih besar, dibandingkan beras dan jagung.
Selain itu, sorgum juga kaya serat dan mengandung gluten rendah. Biji
sorgum dapat dibuat tepung sebagai bahan dasar pembuatan penganan. Bahkan setelah
dikupas kulitnya, biji sorgum dapat langsung ditanak layaknya beras dan
dikonsumsi. Cara membuat beras sorgum sederhana. Setelah dikupas kulitnya,
bisa langsung ditanak.
2. Jenis Kacang-kacangan dan Manfaatnya
a. Kacang Tanah
Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) tergolong ke dalam
familia Fabaceae, biasa ditanam di lahan kering dan lahan sawah sesudah panen
padi. Kacang tanah diperbanyak dengan biji dan dapat dipanen pada umur 90-95
hari setelah tanam. Ciri fisik tanaman kacang tanah berupa tanaman perdu dan
berdaun kecil. Di Indonesia, kacang tanah memiliki beberapa sebutan seperti
kacang bandung, kacang jebrol, kacang kole, kacang tuban, dan lain lain.
Sebutan tersebut khas daerah masing-masing.
Kacang tanah mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan kesehatan
tubuh, di antaranya serat, protein, karbohidrat, lemak (lemak jenuh dan tak
jenuh, serta omega 6), dan berbagai macam vitamin (C, A, D, E, K, B
kompleks/folat yang tinggi), serta berbagai jenis mineral. Peran folat sangat
penting dalam mencegah cacat tabung saraf pada bayi yang baru lahir. Kandungan
vitamin E yang sangat baik merupakan antioksidan yang bersifat larut lemak yang
kuat dan membantu menjaga integritas selaput lendir dan kulit terlindungi dari
radikal bebas. Kandungan pada kacang tanah dapat bermanfaat dalam membantu
menjaga kadar gula darah tetap stabil, menjaga sirkulasi aliran darah otak,
sumber antioksidan dan mencegah penyakit kanker, jantung dan kolesterol tinggi.
Manfaat utama kacang tanah menyediakan banyak energi yang sangat penting untuk
kesehatan. Ketersediaan antioksidan akan meningkat apabila kacang tanah diolah
dengan cara dipanggang atau direbus.
Oleh karenanya, ada ungkapan mengonsumsi segenggam kacang tanah
setiap hari dapat memberikan kebutuhan antioksidan, mineral, vitamin dan
protein bagi tubuh dalam jumlah yang cukup.
b. Kacang Hijau
Pembudidayaan kacang hijau (Vigna Radiata L.) dilakukan
dengan biji pada lahan kering maupun di lahan sawah sesudah panen padi dan
buahnya berbentuk polong. Kacang hijau merupakan tanaman pangan semusim yang
mempunyai umur panen antara 55 sampai 65 hari setelah tanam. Kacang hijau
merupakan bahan pangan yang menyehatkan karena memiliki kandungan nutrisi yang
sangat bermanfaat sebagai obat-obatan dan kesehatan tubuh. Berikut ini
kandungan dan manfaat kacang hijau bagi kesehatan.
- Mengandung kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B kompleks yang
berkhasiat sebagai obat beri-beri, demam nifas, pelancar air seni.
- Mengandung zat besi yang tinggi sehingga dapat bermanfaat bagi penderita kurang darah
(anemia).
- Mengandung serat yang tinggi dan rendah lemak sehingga baik
dikonsumsi bagi orang yang ingin menurunkan berat badan dengan diikuti kegiatan
olahraga secara rutin agar tetap sehat. Kandungan serat dalam kacang hijau
mampu menyerap lemak sehingga tidak menjadi sumbatan dalam pembuluh darah yang
menjadi penyebab penyakit jantung dan stroke.
- Mengandung rendah lemak dan serat yang tinggi sehingga baik
untuk program menurunkan berat badan dengan diiringi olahraga yang teratur agar
tetap sehat.
- Mengandung vitamin B kompleks sangat baik sebagai makanan
pendamping ASI yang membuat pertumbuhan bayi lebih sehat.
- Mengandung rendah kolesterol, kacang hijau dikonsumsi secara
teratur akan dapat mengurangi kadar kolesterol yang ada di tubuh karena
memiliki kandungan serat yang mudah larut.
- Kandungan mineral seperti kalsium dan fosfor dapat menjaga
kekuatan dan pertumbuhan tulang dan gigi, serta mencegah oestoporosis pada orang
tua.
- Kacang hijau dapat menghaluskan kulit dengan mengambil sel
kulit mati yang terdapat pada tubuh , kulit akan menjadi lebih putih, bersih
dan halus.
c. Kedelai
Kedelai (Glycine Max L.) termasuk tanaman semusim, tergolong
familia Fabaceae, buah berbentuk polong dan diperbanyak dengan biji.
Kacang
kedelai memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh, di antaranya:
- memiliki kandungan protein nabati yang tinggi berguna
untuk membantu membangun sel tubuh dan baik untuk vegetarian;
- mengandung vitamin B1, B2, B6, dan provitamin A, kalium, magnesium,
selenium, fosfor, karbohidrat, protein dan asam omega 3 sumber lemak sangat
baik untuk susu bayi karena kandungan gizinya lengkap;
- mengandung lemak yang rendah dapat mengatasi intoleransi laktosa, yang merupakan sistem pencernaan yang tidak mampu
mencerna dan menyerap laktosa atau lemak susu dengan baik akibat terbatasnya
enzim laktase dalam tubuh yang berfungsi untuk memecah laktosa menjadi glukosa dan
galaktosa (monosakarida) agar lebih mudah dicerna oleh usus;
- mengandung minyak tumbuh-tumbuhan nonkolesterol dengan
kualitas tinggi yang bermanfaat menjaga kesehatan jantung;
- mengandung lesitin yang bermanfaat untuk menjaga kolesterol
tubuh, metabolisme tubuh, dan membantu metabolisme lemak yang tersendat dihati
sehingga dapat melindungi organ hati;
- kandungan lesitin dan zat besi tempe mampu meningkatkan
- aktivitas vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel
darah merah sehingga dapat mencegah anemia dan berguna untuk menjaga dan
meningkatkan kemampuan mengingat dan berpikir;
- mengandung senyawa isoflavon (antioksidan) dan serat pangan
yang dapat membantu memperbaiki resistensi insulin dan menjaga kestabilan kadar
gula darah sehingga sangat baik dikonsumsi bagi penderita diabetes. Isoflavon
juga bermanfaat untuk mencegah keropos tulang (osteoporosis) karena dapat
memperkuat massa tulang;
- mengandung antioksidan seperti vitamin E dan B kompleks dapat
membuat kulit berkilau, melindungi kulit dari sinar UV, dan menunda penuaan
dini.
3. Jenis Umbi dan
Manfaatnya
a. Ubi Jalar
Ada tiga jenis ubi jalar yang populer dibudidayakan di
Indonesia yaitu ubi jalar berwarna putih
kecokelatan, merah dan ungu. Ketiga jenis ubi jalar tersebut memiliki varietas
unggul dengan produktivitas tinggi. Beberapa varietas ubi jalar yang populer
antara lain cilembu, ibaraki, lampeneng, georgia, borobudur, prambanan, mendut,
dan kalasan. Budidaya ubi jalar cocok dilakukan di daerah tropis yang panas dan
lembab. Bagian yang dimanfaatkan dari ubi jalar adalah akarnya yang membentuk
umbi.
Ubi jalar merupakan salah satu bahan makanan yang sangat
sehat dan sangat baik untuk semua orang, mulai dari anak balita sampai orang
tua. Hal ini karena ubi jalar memiliki kandungan gizi karbohidrat kompleks yang
tinggi, sehingga membuat energi tidak sekaligus terlepas, melainkan secara
bertahap. Ubi jalar juga mengandung vitamin C tinggi berguna untuk merawat elastisitas
kulit, serta vitamin A dan beta-karoten dari warna ungu, oranye, dan merah pada
ubi untuk melindungi paru dan mencegah kanker paru dan kanker mulut. Ubi jalar
merupakan makanan yang memiliki rasa manis yang bebas lemak (indeks glikemiknya
rendah), sehingga cocok bagi penderita diabetes karena dapat mengontrol kadar
gula darah. Selain itu, juga mengandung vitamin B6 yang dapat mencegah serangan
jantung dan kalium yang berfungsi menstabilkan tekanan darah dan dapat
mengurangi stres. Serat tinggi dan kandungan zat besi, folat, tembaga, dan
mangan pun ada pada ubi jalar.
b. Singkong/Ubi Kayu (Ketela Pohon)
Singkong/ubi kayu merupakan tanaman perdu dengan akar
tunggang dan sejumlah akar cabang yang membesar menjadi umbi akar yang dapat dimakan. Singkong yang
dimakan bagian dalam umbinya yang berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi
singkong sering dimanfaatkan sebagai pengganti makanan pokok karena mengandung banyak
karbohidrat, namun miskin protein. Sementara daunnya termasuk sumber protein
yang bagus karena mengandung asam amino metionin. Oleh karena itu, daun
singkong yang masih muda banyak dimakan
sebagai lalap atau dibuat sayur daun singkong. Umbi singkong memiliki kandungan
kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat
besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun singkong mengandung vitamin A, B1 dan
C, kalsium, kalori, forfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi.
Sementara kulit batang, mengandung tanin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium
oksalat. Menurut pakar tanaman obat, singkong memiliki efek farmakologis
sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah nafsu makan. Oleh
karenanya, sejak zaman dahulu tanaman singkong dijadikan sebagai tanaman obat
alternatif untuk mengatasi berbagai keluhan penyakit.
Beberapa manfaat umbi singkong sebagai berikut:
- Melancarkan pencernaan karena singkong banyak mengandung serat
yang tidak larut dalam air. Serat jenis ini berfungsi memperlancar proses buang
air besar serta mampu menyerap dan membuang toksin dalam usus, sehingga
pencernaan menjadi sehat.
- Obat luka bernanah dan terbakar. Caranya batang singkong segar
ditumbuk lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang luka yang sakit/nanah. Untuk
luka garukan, singkong diparut lalu ditempelkan pada bagian yang sakit dan
diperban. Sedangkan, sebagai obat luka karena terkena benda panas, singkong
diparut lalu diperas. Airnya didiamkan beberapa saat hingga patinya mengendap,
lalu patinya dioleskan pada bagian yang luka.
- Obat panas dalam. Caranya singkong diparut terlebih dahulu
dan diambil air perasannya. Air perasan umbi singkong terbukti mengandung getah
dan tepung maka bisa dipakai untuk obat maag dan panas dalam. Air perasan
umbi dapat mengobati luka pada lambung, karena fungsinya sebagai antibiotik.
Sedangkan bagi penderita panas dalam air perasan umbi singkong tersebut dapat
mendinginkan daerah pencernaan.
- Diet rendah kalori karena singkong merupakan bahan makanan
dengan kandungan karbohidrat yang lebih rendah dari nasi dan roti, dengan
kandungan serat yang tinggi sehingga membuat perut tetap terasa kenyang dalam waktu
yang lama.
c. Talas
Masyarakat kita biasanya mengkonsumsi talas hanya untuk
camilan. Namun di beberapa daerah Indonesia dan di sejumlah daerah tropis, umbi
talas ini dijadikan merupakan salah satu makanan pokok. Umbi talas sebagai
sumber karbohidrat pengganti beras sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan. Salah satu daerah yang makanan pokoknya umbi talas adalah Kabupaten
Sorong, Papua. Talas merupakan tumbuhan yang 90% bagiannya dapat dimanfaatkan.
Bagian tanaman talas yang dapat dimakan yaitu umbi, tunas muda dan tangkai
daun. Sedangkan pelepah dan daun talas dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan,
obat, maupun pembungkus makanan. Bagian yang tidak dapat dimakan hanyalah
akar-akar serabutnya. Dalam talas terdapat kandungan gizi karbohidrat yang tinggi
pada umbinya, dan juga mengandung rendah lemak, serta protein. Kandungan
protein pada daun talas lebih tinggi dari umbinya. Selain itu, dalam umbi talas
juga mengandung vitamin, di antaranya vitamin C, vitamin E, vitamin B6, dan
beta-karoten (nutrisi setara vitamin A), serta terdapat kandungan serat yang
cukup baik. Talas juga mengandung beberapa unsur mineral. Adanya berbagai macam kandungan gizi pada
talas, membuatnya memiliki manfaat tertentu bagi kesehatan manusia.
Beberapa manfaat
talas sebagai berikut.
- Kandungan serat yang cukup baik dapat memperlancar kerja pencernaan.
Apabila dibuat bubur talas dapat dikonsumsi sebagai makanan bayi dengan tingkat
alergi yang rendah dan melancarkan pencernaan.
- Mengonsumsi talas rebus tanpa tambahan apapun menjaga kolesterol
darah tetap rendah, mencegah risiko gangguan jantung dan tekanan darah tinggi,
karena setiap cangkir talas mengandung potasium, mangan, dan kalium yang
manusia butuhkan. Potasium berguna menjaga kerja jantung dan tekanan darah,
mangan untuk memperlancar metabolisme protein dan lemak dalam tubuh, dan kalium
baik untuk menjaga kesehatan jantung.
- Secangkir talas mengandung vitamin C yang cukup baik untuk
memperkuat pertahanan tubuh, vitamin B6 membantu menjaga imunitas tubuh, dan
vitamin E menurunkan risiko terkena serangan jantung.
- Kandungan beta-karoten pada talas bermanfaat untuk menjaga
kesehatan mata, kulit, dan meningkatkan fertilitas.
- Kebutuhan beragam mineral dapat terpenuhi dengan satu cangkir
talas, karena mengandung magnesium, fosfat, dan tembaga yang dibutuhkan manusia
setiap hari.
- Hasil samping talas seperti akar rimpang yang dibuat bubur
dipercaya sebagai obat encok, sementara cairan akar rimpang talas dapat
digunakan sebagai obat bisul. Sedangkan, getah daunnya sering digunakan untuk
menghentikan luka perdarahan dan sebagai obat untuk bengkak. Pelepah dan tangkai
daun yang dipanggang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi gatal-gatal. Pelepah
daun juga diyakini mampu mengobati gigitan kalajengking.
- Daun, kulit, dan ampas umbinya dapat dimanfaatkan sebagai pakan
ternak (misalnya daunnya untuk pakan ikan gurame).
d. Kentang
Kentang merupakan salah satu tanaman tahunan yang paling
banyak ditanam di seluruh dunia. Kentang tergolong herba semusim (tanaman
pendek tidak berkayu) dan cocok ditanam di dataran tinggi serta di daerah yang
beriklim tropis. Bagian kentang yang dimanfaatkan untuk dimakan yaitu umbi
batangnya. Penduduk Eropa dan Amerika Serikat memanfaatkan kentang sebagai
makanan pokok. Namun, sekarang banyak orang yang memanfaatkan kentang sebagai
makanan alternatif untuk program diet. Hal ini dikarenakan kentang kaya akan
nutrisi, merupakan sumber karbohidrat dengan kandungan tepung dan gula yang
tinggi, vitamin, dan serat. Kentang memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi
dibandingkan nasi, karena memiliki kandungan protein dan mineral yang
lebih lengkap. Kentang, apabila dikonsumsi dengan kulitnya (dibersihkan dengan
benar), masuk dalam kategori karbohidrat kompleks. Kentang mempunyai banyak
khasiat, diantaranya potasium, vitamin C, (sumber kedua setelah jeruk),
menyimpan karbohidrat kompleks dan fiber atau pengganti gula darah (blood sugar),
dan penjaga tekanan darah. Kentang juga mengandung vitamin B1, B2, dan B3 serta
sedikit kandungan protein dan banyak mineral penting, seperti besi, mangan,
magnesium, fosfor, tembaga dan kalium. Jumlah lemaknya sedikit, sehingga dapat
menghalang endapan kolesterol di dalam lapisan saluran darah. Kentang cocok bagi
yang mengalami kekurangan gula dalam darah. Selain itu kentang merupakan sumber
terbaik dalam pembentukan zat besi dalam darah. Kentang juga menjamin sistem
ketahanan badan karena kandungan vitamin serta kalsium yang tinggi.
Dengan
banyaknya kandungan gizi maka kentang juga memiliki banyak manfaat, antara
lain:
- Memelihara kesehatan sistem pencernaan karena mengandung serat
yang cukup tinggi.
- Melawan penyakit, seperti penyakit jantung, gangguan
saraf, tumor, dan dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat dan kanker
rahim. Kentang segar dengan kulitnya kaya antioksidan dari vitamin C. Hasil
penelitian terbaru menunjukkan bahwa antioksidan flavonoid dan quercetin pada
kentang memiliki sifat antikanker dan kardioprotektif.
- Memelihara kesehatan kulit wajah. Dengan membalurkan parutan
kentang di wajah dapat membuat kulit wajah bersinar dan mengurangi pembengkakan
dan lingkaran hitam di bawah mata.
- Mengurangi kadar kolesterol, karena kalorinya rendah.
- Baik untuk perkembangan otak karena adanya zat besi dan
tembaga.
- Menghilangkan stress pikiran karena kandungan
vitamin B6.