Kegiatan Pembelajaran Prakarya
Siswa-siswi SMP Negeri 1 Tegal sedang melaksanakan pembelajaran Prakarya...
Soal Online Prakarya
Di sini Anda bisa menguji pengetahuan Anda tentang mata pelajaran Prakarya dengan mengerjakan soal-soal online prakarya dan bisa mengetahui hasilnya.
Pelatihan Pembuatan Blog Online
Pelatihan pembuatan blog online yang diadakan secara gratis oleh IGI dengan SAGUSABLOG "Satu Guru Satu Blog".
Saturday, March 23, 2019
Thursday, October 11, 2018
Wednesday, October 10, 2018
BAB II A. Sejarah Teknologi Informasi dan Komunikasi
Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan
cara penyampaian informasi (yang selanjutnya dikenal dengan istilah teknologi
informasi), mulai dari gambar-gambar yang tidak bermakna di dinding-dinding
gua, peletakan tonggak sejarah dalam bentuk prasasti, sampai diperkenalkannya
dunia arus informasi yang dikenal dengan nama internet.
Pada zaman prasejarah, teknologi informasi dan komunikasi
berfungsi sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang manusia kenal.
Untuk menggambarkan informasi yang diperoleh, mereka menggambarkannya di
dinding gua tentang berburu dan juga tentang binatang buruannya. Pada masa
tersebut, manusia mulai mengidentifikasi benda-benda yang ada di sekitar
lingkungan tempat tinggal mereka, kemudian melukiskannya pada dinding gua
tempat tinggalnya. Komunikasi manusia pada zaman ini berupa suara dengusan dan
menggunakan isyarat tangan.
Pada zaman sejarah mulai diciptakan dan digunakan alat-alat
yang menghasilkan bunyi dan isyarat, seperti gendang, terompet yang terbuat
dari tanduk binatang, dan isyarat asap sebagai alat pemberi tanda peringatan
terhadap adanya bahaya.
Gambar Piktografi
Perkembangan sistem informasi tersaji dalam periode-periode
berikut.
1. 3000 SM
Untuk yang pertama kali, tulisan digunakan oleh bangsa Sumeria
dengan menggunakan simbol-simbol yang dibentuk dari piktografi sebagai
huruf. Simbol atau huruf-huruf ini juga mempunyai bentuk bunyi (penyebutan)
yang berbeda sehingga mampu menjadi kata, kalimat, dan bahasa.
2. 2900 SM
Pada 2900 SM bangsa Mesir Kuno menggunakan huruf hieroglif.
Hieroglif merupakan bahasa simbol, di mana setiap ungkapan diwakili oleh
simbol yang berbeda. Jika simbol-simbol tersebut digabungkan menjadi satu
rangkaian akan menghasilkan sebuah arti yang berbeda. Bentuk tulisan dan bahasa
hieroglif ini lebih maju dibandingkan dengan tulisan bangsa Sumeria.
3. 500 SM
Manusia sudah mengenal cara membuat serat dari pohon papyrus
yang tumbuh di sekitar Sungai Nil. Serat papyrus dapat digunakan sebagai
kertas. Kertas dari serat pohon papyrus menjadi media untuk menulis atau
media untuk menyampaikan informasi yang lebih kuat dan fleksibel dibandingkan
dengan lempengan tanah liat yang sebelumnya juga digunakan sebagai media
informasi.
Gambar Serat Papyrus
4. 105 M
Pada masa ini, bangsa Cina berhasil menemukan kertas.
Kertas yang ditemukan adalah kertas yang
kita kenal sekarang. Kertas ini dibuat dari serat bambu yang dihaluskan,
disaring, dicuci, kemudian diratakan dan dikeringkan. Penemuan ini juga
memungkinkan sistem pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan blok kayu yang
ditoreh dan dilumuri dengan tinta. Sistem ini sekarang dikenal dengan istilah
sistem cap.
Gambar Kertas
BAB II TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Pada Materi ini akan dibahas tentang sejarah dan
perkembangan TIK. Peta Materi bisa dilihat pada gambar berikut ini:
Secara lengkap, materi yang akan dibahas yaitu:
Secara lengkap, materi yang akan dibahas yaitu:
- Media Komunikasi Masa Kuno
- Media Komunikasi Modern
Soal Latihan
Penilaian Harian BAB II Teknologi Informasi dan KomunikasiThursday, April 26, 2018
BAB II PENJERNIHAN AIR
BAB II
PENJERNIHAN AIR
Materi pada bab ini akan membahas tentang penjernihan air dimana dalam penjernihan air nantinya perlu dipahami teknik-teknik yang digunakan dan juga bahan-bahan yang bisa digunakan untuk membuat alat penjernihan air. Pada umumnya, bahan-bahan yang digunakan untuk penjernihan air dapat berupa bahan-bahan alami maupun bahan buatan.
Berikut ini materi-materi yang akan dibahas:
C.
Teknik dan Prosedur Pembuatan Alat Penjernih Air dari Bahan
Alami
D.
Pembuatan Alat Penjernih Air dari Bahan Alami
E.
Pembuatan Alat Penjernih Air dari Bahan Buatan
LK 4.1 Teknik Penyaringan Air Secara Sederhana
Thursday, March 22, 2018
BAB II - Lembar Kerja 3 (LK-3) Pembuatan alat penjernih dari bahan buatan
Lembar Kerja 3 (LK-3) Pembuatan alat penjernih dari bahan buatan
Isi dan lengkapi Lembar Kerja berikut ini:
BAB II - Lembar Kerja 2 (LK-2) Pembuatan Alat Penjernih dari Bahan Alam
LEMBAR KERJA 2 (LK-2)
PEMBUATAN ALAT PENJERNIH AIR DARI BAHAN ALAM
Buatlah alat penjernih dari bahan alam dan isi lembar kerja 2 berikut ini.
BAB II E. Penjernih Air dari Bahan Buatan
PENJERNIH AIR DARI BAHAN BUATAN
Gambar Proses Penjernihan air dari Bahan Buatan
Tujuan penjernih air dari bahan buatan sama seperti dengan penjernih air dari bahan alami
yaitu untuk mendapatkan air bersih. Pengolahan penjernih air bahan buatan tetap
dilakukan secara fisika melalui beberapa tahapan yaitu penyaringan,
pengendapan, dan penyerapan menggunakan bahan buatan manusia seperti bahan
kimia. Perbedaannya adalah pada bahan buatan yang digunakan seperti tawas dan
bubuk kapur.
Bahan dan Alat Penjernih Air dengan Bahan
Buatan
Selain bahan-bahan alam yang digunakan untuk menjernihkan air, ada juga bahan-bahan buatan yang digunakan untuk penjernihan air. Berikut ini bahan-bahan
buatan yang biasa digunakan untuk penjernihan air atau untuk menyaring air:
a. Klorin tablet digunakan untuk membunuh kuman,
virus, dan bakteri yang hidup di dalam air
b. Pasir aktif biasanya berwarna hitam dan digunakan
untuk menyaring air sumur bor dan sejenisnya.
c. Resin softener berguna untuk menurunkan
kandungan kapur dalam air.
d. Resin kation biasa digunakan untuk industri air
minum, baik usaha air minum isi ulang maupun Pabrik Air Minum Dalam Kemasan
(PAMDK).
e. Pasir zeolit berfungsi untuk penyaringan air
dan mampu menambah oksigen dalam air.
f. Pasir mangan berwarna merah digunakan untuk
menurunkan kadar zat besi atau logam berat dalam air.
g. Pasir silika digunakan untuk menyaring lumpur,
tanah, dan partikel besar atau kecil dalam air dan biasa digunakan untuk
penyaringan tahap awal.
h. Karbon aktif atau arang aktif adalah jenis
karbon yang memiliki luas permukaan yang besar sehingga dapat menyerap kotoran
dalam air.
i. Tawas dan kaporit yang sering digunakan di
kolam renang.
j. Polyaluminium clorida
(PAC) untuk mengendapkan lumpur dalam air.
Penggunaan alat
dan bahan buatan perlu dipelajari agar tidak menimbulkan masalah karena sifat
bahan kimia sedikit banyak akan berpengaruh. Ketersediaan bahan kimia yang
digunakan bergantung pada daerah masing- masing. Maksudnya, tidak semua daerah dapat dijumpai bahan kimia dengan mudah.
Teknik dan
Prosedur Pembuatan Alat Penjernih Air dengan Bahan Buatan
Teknik pembuatan
alat penjernih air buatan sebenarnya lebih mudah, yaitu dengan menyiapkan bak
atau tempat penampung air kotor yang memadai dan diberi pengaduk bahan kimia.
Selanjutnya, menyiapkan bak pengendap dan penampung air bersih. Pembuatan
bak-bak tersebut pasti akan menerapkan teknik melubangi, menyambung, dan
memotong yang baik agar alat penjernih air tidak bocor.
Penjernihan air
dengan bahan buatan biasanya diterapkan di daerah yang memiliki tingkat
kekotoran air yang cukup tinggi. Kekotoran yang dimaksud seperti tercampur
salah satu atau lebih bahan pencemar (polutan) seperti lumpur, zat pewarna, dan
kuman serta yang lainnya.
Prosedur
pembuatan alat penjernih air bahan buatan harus melalui tahapan survei bahan
baku air yang akan dijernihkan sehingga dapat digunakan bahan kimia yang tepat.
Penggunaan bahan buatan atau kimia cukup dengan kuantitas yang sedikit
dicampurkan pada tempat penampungan yang besar sehingga lebih hemat dan aman.
Penggunaan bahan kimia penjernih yang berlebihan tidak dianjurkan. Endapan
lumpur pencemar harus sering dibersihkan.
Apabila kita berenang di kolam renang, terkadang masih
tercium bau ataupun rasa yang berbeda pada air kolam. Bau dan rasa tersebut
berasal dari kaporit. Mengapa air kolam menggunakan kaporit? Karena kaporit
merupakan salah satu bahan buatan atau bahan kimia yang dapat digunakan untuk
menjernihkan air. Bahan kimia yang digunakan untuk menjernihkan air tidak
menimbulkan gangguan kesehatan apabila terminum oleh kita asalkan sesuai dengan
petunjuk penggunaan bahan. Beberapa bahan buatan yang sering dan banyak
digunakan di masyarakat seperti tawas, kaporit, dan batu gamping atau batu
kapur, polyaluminium chlorida (PAC). Tawas dan batu gamping berfungsi untuk
mengendapkan kotoran yang ada di air, tetapi tidak membunuh kuman atau zat
kimia lain. Kaporit berfungsi untuk membunuh kuman, virus, dan bakteri di dalam
air, tetapi tidak dapat mengendapkan kotoran. Arang tempurung atau batok kelapa
berfungsi untuk menghilangkan bau, rasa tidak enak, dan menjernihkan air. Bahan
buatan lain yang juga dapat digunakan, contohnya filter ultraviolet dan
keramik.
Tahapan pembuatan
penjernih air bahan buatan
a. Perencanaan
Ide/gagasan
Satu buah
penjernih air dari bahan buatan.
Identifikasi
Kebutuhan
Pembuatan
penjernih air berdasarkan bahan dan alat yang tersedia di sekitarmu, dan dibuat
secara efisien sehingga tidak memakan tempat.
Bahan dan Alat
Bahan:
Bahan penjernih
yang digunakan, sama seperti penjernihan dengan bahan alam, yaitu potongan
bata, ijuk, arang tempurung kelapa, pasir, dan kerikil. Tetapi ditambahkan
bahan buatan seperti tawas, kaporit, dan batu kapur.
Alat yang diperlukan:
Buah drum plastik
kapasitas 100 liter atau bak paralon/pipa PVC, di- ameter 1/2 inci, pengaduk
dari kayu, ember, keran, lem pipa, selotip, tali plastik, dan gergaji.
Penjernihan air
dengan bahan buatan, yaitu dengan menggunakan tawas, kaporit, dan batu kapur.
1. Atur takaran atau dosis bahan kimia untuk penjernih air, tidak berlebihan
misalnya untuk ukuran bak mandi cukup dengan satu sendok teh PAC.
2. Gunakan alat bantu (masker) saat pencampuran atau pengetahuan bahan
buatan agar serbuk bahan buatan tidak terhirup.
b. Proses pembuatan
Langkah-langkah/prosedur
kerja:
1. Pemasangan keran dengan drum atau pembuatan bak penampungan dapat
dibantu oleh orang dewasa sehingga hasilnya lebih baik. Pemasangan bahan
penjernih bisa dilakukan sendiri.
2. Siapkan bahan penjernih buatan antara lain kaporit 0,20 gram, batu kapur
2 gram, dan tawas 2 gram. Cairkan bahan tersebut masing-masing dalam satu buah
sendok makan.
3. Persiapkan bak atau drum air untuk tempat pengendapan yang dapat
menampung air keruh sekitar 20 liter atau sesuai kebutuhan. Kemudian kaporit,
batu kapur, dan tawas yang sudah dicairkan dimasukkan ke dalam bak tersebut dan
diaduk lima menit, diamkan selama 10 menit. Pada saat pengendapan dan
pengadukan, lubang bak atau drum harus disumbat.
4. Setelah didiamkan 10 menit, penyumbat dibuka dan alirkan air keruh
tersebut ke bak penyaring yang berisi pecahan genting/bata, pasir, kerikil,
ijuk, dan arang tempurung kelapa. Tebal pecahan genteng 2-5 cm, pasir 15 cm,
kerikil 5 cm, ijuk 5 cm, arang 10 cm, dan ijuk lagi 5 cm.
5. Air hasil penyaring ditampung dalam ember atau bak yang bersih dan dapat
dipergunakan. Hal yang perlu diingat, apabila air akan diminum maka terlebih
dahulu dimasak dulu.
Gambar Proses Pengendapan dan Penyaringan
Skema prosedur kerja
Perhatikan Skema
prosedur kerja berikut ini:
Gambar Skema Prosedur Kerja Alat Penjernihan Air
Wednesday, March 21, 2018
BAB II - Lembar Kerja 1 ( LK-1) Penjernihan Air
Lembar Kerja 1 (LK-1) Penjernihan air dari bahan alami.
Baca terlebih dahulu materi yang berkaitan dengan penjernihan air dari bahan alami. selanjutnya, download dan lengkapi LK-1 di bawah ini.
Setelah diisi file MS Word di kirimkan ke email: jhs1.kls8@gmail.com dan hasil print out/cetakan diserahkan ke guru pengampu mata pelajaran Prakarya.
Tuesday, March 20, 2018
BAB II D. Pembuatan alat penjernih air dari bahan alami
PENJERNIHAN AIR DARI BAHAN ALAMI
Dalam proses kegiatan pembuatan alat penjernih air dari bahan alami, terlebi dahulu harus mengikuti tahapan-tahapan yang biasa dilakukan dalam proyek prakarya. Tahapan-tahapan ini harus diikuti agar hasil dari alat yang dibuat bisa sesuai dengan yang diharapkan.
Berikut ini tahapan-tahapan dalam pembuatan penjernih air dari bahan alami:
Tahapan Pembuatan Penjernih Air dari Bahan
Alami
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan meliputi
kegiatan-kegiatan seperti berikut:
- Ide/gagasan
Satu buah penjernih air dari bahan alami.
- Identifikasi kebutuhan
Pembuatan penjernih air berdasarkan bahan
dan alat yang tersedia di sekitarmu, dan dibuat secara efisien sehingga tidak
memakan tempat penggunaan.
- Bahan dan alat
Penjernih air menggunakan
potongan bata, ijuk,
arang tempurung kelapa, pasir, dan kerikil.
Bahan lain yang perlu disiapkan:
- Drum plastik/bak kapasitas 100 liter
sebanyak 2 buah
- Pipa PVC, diameter 0,5 inch Keran air
- Lem pipa
- Selotip
- Ember dan kawat
Alat yang diperlukan:
Gergaji kayu atau besi
b. Proses Pembuatan
1. Membuat
pipa penyaringan
Pemasangan keran pada drum dapat dibantu oleh orang dewasa sehingga
hasilnya lebih baik. Pemasangan bahan penjernih bisa dilakukan sendiri.
Lakukan hal-hal berikut ini:
• Siapkan
pipa PVC berdiameter 0.5 inci dengan panjang 35 cm, lubangi sekeliling pipa
secara teratur dengan jarak 20 cm.
• Bagian
dari pipa yang dilubangi dan dibalut dengan ijuk, kemudian ijuk diikat dengan kawat. Ujung
pipa dimasukkan ke soket ulir.
• Setelah
itu, bagian dari pipa yang dilubangi dibalut dengan ijuk, kemudian ijuk diikat
dengan kawat. Ujung pipa dimasukkan ke soket ulir
• Lubangi
drum/bak pengendapan dan penyaringan dengan jarak 10 cm dari dasar drum
• Pada
tabung pengendap, buat lubang kedua pada dasar drum dengan tutup sebagai tempat
membuang endapan ke luar
• Pasang
pipa penyaring yang menggunakan ijuk pada kedua tabung seperti terlihat pada
gambar berikut
2. Membuat drum/bak pengendap dan penyaring
Untuk membuat drum/ bak pengendap dan penyaring
maka yang harus dilakukan:
• Sediakan
tabung atau drum yang kosong
• Isi
drum penyaring berturut-turut dengan kerikil 20 cm, ijuk 5 cm, pasir 20 cm,
arang tempurung kelapa 10 cm, ijuk 10 cm, dan potongan bata 10 cm.
• Letakkan
drum endapan dan penyaringan secara bertingkat atau berurutan. Tutup keran dan
masukkan air denga n aliran alami atau dipompa
• Tunggu
kira-kira 30 menit, kemudian alirkan air dari drum pengendapan ke dalam drum
penyaringan
• Aliran
air yang keluar dari drum penyaringan disesuaikan dengan masukan dari drum
pengendapan
Cara kerja:
Gambar Drum
Penyaring dan drum penyerapan
Air keruh
dimasukkan ke dalam drum pengendap dengan cara dipompa atau dialirkan secara
alami. Diamkan terlebih dahulu selama 30-40 menit. Kemudian air dialirkan ke
dalam drum/bak penyaring. Setelah itu air yang keluar dari drum/bak penyaringan
sudah bersih dari kotoran sehingga dapat digunakan.
Demikianlah proses pembuatan alat penjernih air sederhana dari bahan alami.





























