Monday, August 13, 2018

BAB I B. Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Lunak


B. Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Lunak


Beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan terbagi menjadi dua jenis sebagai berikut.

1. Bahan Lunak Alam
Bahan lunak alam adalah bahan lunak untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. Contoh bahan lunak alam adalah tanah liat, kulit, getah nyatu, bubur tisu, dan flour clay.

Gambar Aneka bahan lunak alam; 
a. tanah liat, b. flour clay, c. kulit, d. getah nyatu, dan e. bubur tisu.


2. Bahan Lunak Buatan
Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak, lembut, empuk, dan mudah dibentuk. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa polymer clay, gips, fiberglass, lilin, sabun, dan parafin.


Gambar Aneka bahan lunak buatan; 
a. polymer clay, b. gips, c. fiberglass, d. sabun, e. lilin, dan f. parafin.


Keragaman bahan lunak tentunya memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. Berikut ini merupakan ciri-ciri dari bahan lunak yang perlu dikenal dan dimengerti.
1. Bahan Lunak Alam
Bahan lunak alam adalah bahan yang berasal dari tumbuhan dan hewan atau lapisan bumi yang bersifat lunak.
a.   Tanah Liat
Ciri-cirinya:
 - memiliki warna yang beragam, tetapi warna natural tanah, 
 - warnanya yaitu cokelat, cokelat muda, tua atau cokelat keabu-abuan, serta cokelat keputihan.
 - setiap warna bergantung pada kandungan dari masing-masing tanah tersebut. 
 - jika mengandung kaolin lebih banyak akan berwarna lebih putih, 
 - jenis stoneware berwarna lebih kehitam/keabu-abuan, 
 - jenis earthenware berwarna lebih terlihat cokelat kemerahan.
 - stoneware memiliki daya bakar hingga 1300OC,
 - earthenware memiliki daya bakar hanya sampai 900OC.
 - Tanah liat mudah hancur jika tidak melalui proses pembakaran. 
 - Jika dibakar, jenis kerajinan ini disebut keramik.
 - Campuran tanah liat adalah air.
 - Pewarnaan dengan glasir (pembakaran tinggi hingga 1300OC), atau dibakar bisquit (900OC) lalu diberi warna cat langsung.

b. Kulit
Ciri-cirinya:
 - berasal dari kulit hewan yang sudah tersamak sehingga mudah dibentuk.
 - ada yang berwarna hitam, putih, cokelat ataupun krem, sesuai dengan hewan yang dikuliti.
 - jika terbakar akan berbau sate.
 - tidak tahan air, jika terkena air akan merusak struktur kulit.

c. Getah Nyatu
 Ciri-cirinya:
- berasal dari getah pohon nyatu yang berwarna putih.
 - Warnanya yang putih memudahkan untuk diberi warna warni.
 - Warna berasal dari pewarna alam sehinga warnanya natural tidak secemerlang warna buatan.
 - Jika ingin dibentuk, getah harus dimasak terlebih dahulu agar lunak dan elastis.
 - Jika dipanaskan akan melunak, tetapi lama kelamaan akan mengeras.

d. Flour Clay
Ciri-cirinya:
 - berasal dari adonan tepung yang dilumat hingga kalis dan mudah dibentuk.
 - dapat dicampur dengan air.
 - Kerajinan dari flour clay tidak tahan air, karena jika terkena air akan mudah rusak.
 - Pewarnaan dilakukan dengan pewarna makanan/sintetis sehingga warna-warnanya cemerlang.

2. Bahan Lunak Buatan
Bahan lunak buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari bahan kimia dan paduannya, bukan asli dari alam dengan maksud mendapatkan efek duplikasi bahan alam dan bersifat lunak.
a. Polymer Clay dan Plastisin
 Ciri-cirinya:
 -  memiliki ciri-ciri yang serupa, memiliki aneka warna yang cerah, dan bertekstur padat lunak.
 - Polymer clay tidak mengandung minyak, sedangkan plastisin mengandung minyak.
 - Pada saat pengeringan, polymer clay dapat mengeras, sedangkan plastisin tetap seperti semula.

b. Fiberglass
 Ciri-cirinya:
 - memiliki struktur cair, dan jika mengering akan mengeras.
 - dapat dibentuk ketika setengah mengeras.
 - Kerajinan dibuat dengan cara dicetak/dicor.
 - Campuran fiberglass adalah katalis. Katalis inilah yang membuat fiberglass dapat cepat mengeras.
 - Pewarnaan fiberglass dilakukan saat masih keadaan cair maupun saat bahan mengering.
 - tahan lama dan kuat 
 - Wujudnya bening sebening kaca atau air, sehingga dapat dibentuk kerajinan yang menyerupai air.

c. Lilin dan Parafin
Ciri-cirinya:
 - berwujud padat, namun jika dipanaskan akan mencair.
 - Pengolahan kerajinan dengan bahan lilin dan parafin dilakukan dengan cara cetak/cor.
 - Pewarnaan dilakukan saat lilin mencair.
 - dapat dicampur dengan aroma pewangi tertentu untuk menambah sensasi saat digunakan.
 - Lelehan lilin atau parafin yang terbuang dapat dipanaskan dan dicetak kembali.

d. Gips
Ciri-cirinya:
 - berwujud bubuk, 
 - dicampur dengan air menjadi adonan yang kental dan akan mengeras jika didiamkan. 
 - pengolahan kerajinan gips dilakukan dengan cara dicor atau dicetak.
 - Pewarnaannya setelah berupa produk jadi.
 - mudah pecah sehingga harus berhati-hati saat berkarya

e. Sabun
Ciri-cirinya:
 - berwujud padat sehingga dapat langsung diukir saat padat.
 - dapat diparut/dihaluskan dan dibentuk seperti flour clay.
 - jika didiamkan akan mengeras.
 - pewarnaannya tetap dengan warna sabun atau dapat ditambah biang warna pada saat dibuat adonan.

0 comments:

Post a Comment